Pelaku (tengah) saat diamankan polisi. Foto: Dok.Istimewa

Bocah berusia 10 tahun di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), dicabuli ayah kandungnya berinisial D alias M (45).

Ibu korban yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkanya ke Polres Kolaka. Laporannya tertuang dalam Laporan Polisi: LP/132/X/2020/SULTRA/Res Kolaka pada 17 Oktober 2020 prihal tindak pidana pencabulan anak.

“Pelaku sudah ditangkap tim elang anti bandit Polres Kolaka sekitar pukul 11.00 WITA, siang tadi,” jelas Paur Humas Polres Kolaka, Bripka Riswandi saat dihubungi Sultranesia.id.

sultranesia

Riswandi menjelaskan, berdasarkan laporan, pencabulan tersebut terjadi pada Selasa, 13 Oktober 2020 lalu sekitar pukul 23.00 WITA.

Saat itu korban sedang berada di dalam kamar tidurnya. Kemudian pelaku masuk, dan memaksa korban untuk berhubungan layaknya suami istri.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Kolaka. Beberapa orang saksi juga telah dimintai keterangannya.

Sementara itu, ibu kandung korban berinisial RM (30) mengungkapkan bahwa suaminya melakukan aksi bejat tersebut saat ia berada di luar rumah. Dan dia juga menduga bahwa suaminya sudah berulangkali menggauli korban.

Namun, dirinya baru mengetahuinya saat pulang di rumah, dan melihat anaknya keluar dari selimut bersama ayahnya pada malam itu.

Berita Terkait :   Ld Ida: Pajak Reklame di Kendari Diduga Masuk Kantong Pribadi, Jaksa yang Lidik 'Digertak'

Benar saja, menurut RM, anaknya mengaku pertamakali digauli oleh ayahnya saat dirinya tak berada di rumah.

“Awalnya anak saya tidak mau bilang kalau habis dikasih begitu sama bapaknya. Tapi dia (korban) mau cerita,” kata RM kepada wartawan.

Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, RM kemudian melaporkannya ke Polres Kolaka. Polres Kolaka kemudian membawa korban ke RS Benyamin Guluh Kolaka untuk dilakukan visum.

Dari hasil visum diketahui bahwa korban memang pernah dicabuli.

“Dari hasil pemeriksaan kami, memang ada bekas, korban ini pernah disetubuhi. Kami tidak bisa jelaskan lebih detail. Tapi yang jelas, anak ini pernah disetubuhi,” jelas penanggung jawab UGD RS Benyamin Guluh Kolaka, dr Herul kepada wartawan.


Editor: Wiwid Abid Abadi

sultranesia