Suasana pelaksanaan rapid test sebelum masuk ke ruangan pelantikan Sekda Sultra di Rujab Gubernur. Foto: Dok.Istimewa

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar acara pelantikan Nur Endang Abbas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif, Senin pagi (3/8).

Pelantikan itu dilaksanakan di Aula Sangia Nibandera, Rujab Gubernur Sultra, di Jalan Taman Suropati, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Dalam pelantikan tersebut, pihak panitia memberlakukan protokol kesehatan COVID-19 dengan ketat. Seluruh tamu undangan yang akan masuk ke ruang pelantikan wajib melakukan Rapid Test di depan pintu masuk.

Baca Juga :   Kunker ke Sultra, Ketua Satgas COVID-19 Nasional Bawa Bantuan Anggaran

Saat rapid test itulah, salah seorang diduga staf yang akan masuk ke dalam ruangan pelantikan Sekda diketahui reaktif COVID-19.

Plt Kadis Kominfo Sultra, Saifullah saat dikonfirmasi Sultranesia.id, Senin siang membenarkan hal tersebut.

Saifullah bilang, setelah hasil rapidnya reaktif, orang tersebut langsung dibawa ke Labkesda untuk dilakukan tes swab, dan tidak diperbolehkan masuk ke ruang pelantikan.

Baca Juga :   TGUPP Sultra Fasilitasi Ekspose Kinerja Tiga Dinas ke Jurnalis

“Iya, benar, saya konfirmasi ke Kadis Kesehatan, dr Ridwan, bahwa setelah hasil rapid reaktif langsung dibawa ke Labkesda Sultra untuk di swab. Jadi orang tersebut tidak diperbolehkan masuk ke tempat acara,” jelas Saifullah.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih menunggu hasil swab. “Adapun hasil swab masih menunggu pemeriksaan PCR,” imbuhnya.

Baca Juga :   Dikunjungi Wamen PUPR, Gubernur Paparkan Progres Pembangunan Sultra

Informasi yang dihimpun Sultranesia.id, orang yang hasilnya reaktif itu adalah seorang staf disalah satu dinas di lingkup Pemprov Sultra. Namun, Saifullah mengaku tak tahu apakah orang tersebut staf atau tamu undangan.

“Saya hanya tanyakan tentang hasil rapid, masalah perempuan atau laki saya tidak tanyakan, kalau masalah undangan saya juga tidak tahu,” pungkasnya.


Reporter: Wiwid Abid Abadi

sultranesia