Ditreskrimum Polda Sultra merilis pengungkapan kasus penipuan dengan modus dukun pengganda uang. Foto: Dok. Istimewa.

Seorang pria berinisial S (50) asal Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) ditangkap Tim Jatanras Polda Sultra.

S ditangkap karena telah menipu belasan orang dengan mengaku sebagai dukun yang bisa menggandakan uang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, AKBP Bambang Wijanarko menjelaskan, tersangka sudah menjalankan aksinya sejak 2016 lalu.

“Korban ada 14 orang, 8 orang diantaranya sudah diperiksa dengan kerugian hingga Rp 237 juta lebih. Sisanya masih dilakukan pengembangan,” ujar Bambang dalam konfrensi pers di Mapolda Sultra, Kamis (9/9).

Bambang menjelaskan, tersangka mengelabui para korban dengan mengaku mempunyai kemampuan menggandakan uang.

Baca Juga :   Polisi Dalami Pelaku Lain Terkait Kasus Dukun Pengganda Uang Asal Konsel

Caranya, adalah dengan melakukan ritual di tengah sawah. Kemudian, tersangka meminta sejumlah uang kepada korban untuk digandakan berkali-kali lipat.

Setelah menerima uang dari korban, tersangka kemudian melakukan aksi ritualnya.

Tersangka melakukan ritual itu dengan cara menimbun uang tersebut, dan memberitahu kepada korban agar tidak menggali uang itu tanpa seizin dari tersangka. Sebab, jika korban membukanya, maka uang tersebut akan berubah menjadi uang palsu.

Beberapa korban yang tidak sabar karena uang tersebut ditimbun berminggu-minggu hingga berbulan-bulan ada yang membuka uang tersebut. Ternyata benar, uang yang ditimbun tersangka adalah uang palsu.

Baca Juga :   Polisi Dalami Pelaku Lain Terkait Kasus Dukun Pengganda Uang Asal Konsel

Setelah dikonfirmasi oleh para korban, tersangka berdalih bahwa uang yang ditimbun itu berubah menjadi uang palsu karena dibuka tanpa seizin tersangka.

Tersangka kemudian menawarkan agar melakukan ritual ulang. Namun terungkap bahwa uang yang ditimbun tersangka tersebut memang uang palsu yang dicetak sendiri oleh tersangka. Sedangkan uang asli dari para korban diambil oleh tersangka.

“Barang bukti yang diamankan berupa perlengkapan untuk melakukan ritual, seperti sesajen, kain kafan hingga pisang untuk menancapkan dupa,” ungkap Bambang.

Baca Juga :   Polisi Dalami Pelaku Lain Terkait Kasus Dukun Pengganda Uang Asal Konsel

“Barang bukti lain berupa uang palsu hasil print sebanyak 1.002 lembar pecahan Rp 100 ribu,” sambungnya.

Menurut pengakuan tersangka, kata Bambang, tersangka melakukan hal tersebut karena terinspirasi Kanjeng Dimas.

Selain hal itu, tersangka melakukan penipuan karena desakan ekonomi. Dimana diketahui tersangka memiliki 4 orang istri.

Kini tersangka harus bersiap mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dijerat Pasal 36 ayat 1 dan 2 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang serta Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.


Editor: Wiwid Abid Abadi

sultranesia