Oleh : Facharuddin Mustari, S.Pd.,M.Pd

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan alarm dimulainya Tahun Ajaran Baru. Lembaga pendidikan formal setingkat SD, SMP dan SMA mulai disibukan dengan peneriman peserta didik baru.  Sebaliknya sebagian besar orang tua peserta didik baru disibukan  dengan mendaftarkan anaknya agar diterima  di sekolah favorit di wilayah tempat tinggalnya. Banyaknya orang tua peserta didik baru yang mendaftarkan anaknya di sekolah favorit inilah mengakibatkan peserta didik baru disetiap daerah membludak pada satu atau dua sekolah saja.

Sementara pemerintah mengeluarkan regulasi bahwa setiap sekolah diberikan jumlah kuota penerimaan peserta didik baru yakni maksimal 12 rombongan belajar (rombel) dengan syarat  setiap rombel diisi 20 sampai 36 peserta didik. Regulasi PPDB yang dikeluarkan oleh pemerintah ini secara tidak langsung membatasi sekolah favorit untuk memonopili penerimaan peserta didik baru.

Regulasi PPDB yang membatasi  setiap sekolah merima peserta didik baru mempunyai harapan  agar terjadi distribusi peserta didik baru secara merata di setiap sekolah. Selain itu, regulasi ini juga pelan-pelan menghilangkan dikotomi label sekolah favorit dann sekolah non-favorit yang sudah lama membudaya dimasyarakat.

Lalu bagaimana regulasi PPDB ala Nadiem Makarim?

Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah mengeluarkan regulasi berupa Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peneriamaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebagai pedoman sekolah dalam menerima peserta didik baru. SE tersebut menyediakan empat jalur bagi peserta didik baru untuk masuk di sekolah formal SD, SMP, SMA atau yang sederajat.  Empat jalur tersebut yaitu 1) Jalur Zonasi, 2) Jalur Afirmasi, 3) Jalur Perpindahan tugas  Orang Tua/Wali, dan 4) Jalur Prestasi.

Baca Juga :   Dikmudora Sosialisasi Empat Zona Penerimaan Peserta Didik Baru di Kota Kendari

Jalur zonasi mempunyai  kuota  70% dari daya tampung sekolah pada tingkat SD atau sederajat, paling sedikit 50% dari daya tampung sekolah pada tingkat SMP dan SMA atau sederajat. Jalur afirmasi mempunyai kuota 15% dari daya tampung sekolah pada tingkatan sekolah. Jalur perpindahan orang tua/wali mempunyai kuota 5% dari daya tampung pada semua tingkatan sekolah. Jalur Prestasi mempunyai kuota sebesar sisa dari gabungan kuota jalur zonasi, afirmasi, dan perpindahan tugas orag tua/wali, tidak berlaku untuk tingkat SD.

Jalur Zonasi

PPDB jalur zonasi mempunyai kuota lebih besar dibandingan dengan ke tiga jalur lainnya. Jalur ini diperuntukan bagi calon peserta didik baru yang berdomisili di wilayah zonasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Penetapan wilayah zonasi dilakukan pada setiap jenjang oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya, dengan prinsip mendekatkan domisili peserta didik dengan sekolah. Penetapan wilayah zonasi harus memperhatikan sebaran sekolah, data sebaran domisili calon peserta didik, kapasitas daya tampung sekolah yang disesuaikan dengan ketersediaan jumlah anak usia sekolah pada setiap jenjang di daerah tersebut.

Baca Juga :   Dikmudora Sosialisasi Empat Zona Penerimaan Peserta Didik Baru di Kota Kendari

Calon peserta didik jalur zonasi berdomisili sesuai dengan  alamat pada kartu keluarga (KK) yang diterbitkan satu tahun sebelum tanggal penerimaan PPDB. Bagi calon peserta didik dalam keadaan tertentu meliputi bencana alam dan becana sosial maka KK tersebut dapat dianti dengan surat keterangan domisili yang diterbitkan oleh ketua rukun tetangga atau ketua rukun warga yang dilegalisir  oleh kepala lurah/desa atau pejabat setempat lain yang berwenang.

Jalur Afirmasi

PPDB melalui jalur afirmasi diperuntukan bagi calon peserta didik baru berasal dari keluarga yang tidak mampu dan penyandang disabilitas. Peserta didik baru yang berasal dari kelurga tidak mampu wajib menyertakan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.

Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali

Jalur perpindahan tugas orang tua/wali diperuntukan bagi calon peserta didik baru yang orang tua/ walinya pindah tugas dibutktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang dipekerjakan. Dalam hal terdapat sisa kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali, maka sisa kuota dapat dialokasikan untuk calon peserta didik pada sekolah tempat orang tua/wali tempat mengajar. Penentuan peserta didik dalam jalur perpindahan tugas orang tua/wali diprioritaskan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah.

Baca Juga :   Dikmudora Sosialisasi Empat Zona Penerimaan Peserta Didik Baru di Kota Kendari

Jalur Prestasi

PPDB melalui jalur prestasi ditentukan berdasarkan rapor yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor dari sekolah asal adan atau prestasi dibidang akademik dan non-akademik. Rapor yang dimaksud menngunakkan nilai rapor pada lima semester terakhir. Sedangkan bukti atas prestasi diterbitkan paling lambat enam bulan dan paling lama tiga tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

Inilah potret PPDB 2021 ala Mas Nadiem Makarim yang merupakan silent revolution. Dengan harapan regulasi ini pelan-pelan dapat menghilangkan dikotomi sekolah favorit dan non-favorit. Selamat memasuki tahun ajaran baru 2021/2022.


Penulis adalah salah satu pegiat Pendidikan di Sulawesi Tenggara.

sultranesia