Salah satu penumpang di kapal feri tertidur di atas kendaraannya. (LPS)

Oleh: La Ode Pandi Sartiman

Ekonomi masyarakat di Pulau Muna dapat dibilang tak terlalu menonjol. Paling, uang yang berputar kebanyakan dari pegawai dan pedagang.

Di daerah ini juga tak ada industri besar atau perkebunan yang mempekerjakan banyak orang. Yang ada hanya industri rumah tangga dan perkebunan keluarga.

Meski hanya biasa-biasa saja kalau mau dibandingkan dengan daerah lain yang punya industri, perkebunan atau lahan tambang, perekonomian masyarakat Muna tak bisa dipandang enteng.

Buktinya, hampir setiap hari, transportasi laut dengan berbagai jenis, baik dari Kendari ke Raha atau sebaliknya, penumpang selalu ramai.

Kapal Cepat Tapi Lambat

Selama ini, kapal cepat dengan nama Express Bahari menjadi satu-satunya kapal siang yang melayani rute penyebrangan Kendari-Raha-Baubau. Kapal ini memiliki dua jadwal keberangkatan. Satunya berangkat dari Kendari pukul 07.30 Wita, dan di jam yang sama, satu kapal berangkat dari Baubau. Keberangkatan selanjutnya pada pukul 14.00 baik star dari Baubau atau Kendari.

Baca Juga :   Perusahaan Penyeberangan Kapal Cepat Kendari-Raha-Baubau Ini Disomasi Penumpang

Kedua kapal ini akan transit di Raha di waktu yang berbeda. Lebih cepat yang dari Baubau sandar di Raha.

Soal transit di Pelabuhan Raha ini, teman saya punya perasaan berbeda antara dari Kendari atau dari Baubau.

Jika dari Kendari, ia akan bernapas lega ketika kapal sudah buang sauh di Pelabuhan Raha. Saat penumpang dari Muna turun, kapal menuju Baubau seakan tak ada beban.

Sebaliknya, jika kapal dari Baubau dan transit di Raha, maka siap-siap penumpang baku jepit di dalam kapal.

Karena dominasi satu perusahan transportasi laut ini, waktu tempuh harusnya hanya tiga jam, sekarang lebih dari empat jam. Imbasnya, banyak pelanggan setia mengeluh. Istilah baru pun muncul : kapal cepat tapi lambat.

Utamakan Keselamatan

Video berdurasi setengah menit mempertontonkan adu cepat kapal Express Bahari dan kapal pendatang baru, MV Putri Anggreni.

Kapal Express Bahari terlambat star. Namun, ia bisa menyusul dan melaju kencang hingga melambung MV Putri Anggraeni.

Baca Juga :   Perusahaan Penyeberangan Kapal Cepat Kendari-Raha-Baubau Ini Disomasi Penumpang

Meski berhasil melambung, banyak warganet tak begitu respek kepada kapal Express Bahari. Sebab, selama ini dikenal lambat.

“Nanti setelah ada pesaingnya baru dia kasi cepat” imbuh salah satu warganet.

Kehadiran MV Putri Anggraeni menjadi angin segar bagi penumpang di Pulau Muna. Bisa menjadi pilihan baru di tengah dominasi Express Bahari.

PT Pelayaran Dharma Indah mesti berbenah dengan memperbaiki sistem pelayanannya.

Namun, persaingan antara kedua jenis kapal baru ini bukan berarti mengabaikan keselamatan. Transportasi laut memiliki risiko terhadap keselamatan penumpang bila hanya mengejar siapa yang paling tercepat.

Penumpang berebut naik kapal cepat Express Bahari. (LPS)

Kemudian, kebijakan diskon tiket hingga 50 persen oleh perusahaan itu bagian dari kebijakan mereka yang patut diapresiasi. Sekalipun itu dibungkus dengan perayaan ulang tahun, warganet berpendapat bahwa itu dampak dari hadirnya pesaing baru. Itu hal lumrah dalam sistem ekonomi.

Baiknya, sistem pelayanan kepentingan publik tidak boleh dimonopoli. Harus ada pesaing agar masyarakat bisa memilih layanan terbaik. Sama seperti penyediaan energi listrik yang harusnya bukan hanya BUMN PLN.

Baca Juga :   Perusahaan Penyeberangan Kapal Cepat Kendari-Raha-Baubau Ini Disomasi Penumpang

Bisnis Menggiurkan

Orang Muna memiliki tingkat mobilitas tinggi. Kendari ibarat kampung kedua bagi mereka. Sehingga tidak salah jika banyak melirik bisnis pelayaran di jalur Kendari-Muna.

Untuk ke Kendari atau dari Raha, tersedia berbagai macam jalur pelayaran. Ada kapal malam. Kapal cepat pagi dan siang. Kapal feri dan kapal kayu yang sandar di pelabuhan rakyat. Keempat jenis pelayaran itu tidak ada yang sepi.

Banyaknya jenis transportasi laut ini bisa mendukung tingkat mobilitas warga Muna yang tinggi.

Para pemilik kapal menganggap orang Muna itu istimewa. Menjadi sumber pendapatan utama bisnis pelayaran. Makanya, obral diskon 50 persen oleh PT Pelayaran Dharma Indah hanya berlaku dari Kendari-Muna, bukan dari Kendari ke Baubau.

Tentu, diskon harga setengah itu sudah dihitung untung ruginya oleh PT Pelayaran Dharma Indah.

Harapannya, dari semua kemudahan yang diberikan kepada penumpang, tidak mengabaikan keselamatan penumpang dan awak kapal.


 

sultranesia