Suasana massa aksi membakar ban di gerbang pelabuhan Torobulu-Tampo. Foto: Dok. Istimewa.

Puluhan mahasiswa yang hendak mudik melalui Pelabuhan Penyeberangan Torobulu-Tampo melakukan aksi unjuk rasa pada Sabtu (8/5).

Aksi tersebut dilakukan lantaran mahasiswa yang berencana balik ke kampung halamannya itu tak diizinkan masuk oleh petugas yang berjaga.

Mereka berupaya melakukan negosiasi dengan petugas agar bisa melewati gerbang tersebut meskipun tak mengantongi surat bebas COVID-19.

Baca Juga :   Pelabuhan Tampo-Torobulu Padat, Penumpang Pilih Jalan Pintas Penuh Risiko

Negosiasi tak membuahkan hasil, massa yang geram sempat beradu mulut dengan petugas. Mereka juga melakukan demonstrasi, pembakaran ban bahkan membuka paksa gerbang di penyebrangan itu.

“Itu gerbangnya massa aksi yang buka. Yang jaga hanya lihat-lihat saja,” ujar salah seorang massa aksi, Muslimin saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Massa berhasil membuka gerbang tersebut dan pengendara lainnya bisa masuk area pelabuhan secara luluasa.

Baca Juga :   Larangan Mudik, Perbatasan Kendari - Konsel - Konawe Belum Dijaga Ketat

“Kita hanya diarahkan saja patuhi protokol kesehatan,” tuturnya.

Kekesalan masa juga disebabkan adanya sejumlah pelayanan yang dilakukan oleh tim Satgas COVID-19 yang melakukan rapid tes kepada penumpang tanpa mengikuti aturan itu.

“Sama saja bohong, justru saat rapid itu tidak ada yang jaga jarak,” kesalnya.


Editor: Herlis

sultranesia