Warga Konawe (A) saat menjalani pemeriksaan di Polda Sultra. Foto: Dok. Istimewa.

Warga Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial A ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.

A dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE akibat komentar tak senonoh terkait tragedi tenggelam dan gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402.

“Untuk jeratan hukum terhadap diduga pelaku (A) itu adalah Undang-undang ITE tentang ujaran kebencian,” jelas Kasubbid Pemnas Bid Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, Kamis (29/4).

Baca Juga :   Warga Konawe Tersangka UU ITE Terkait KRI Nanggala Lebaran di Penjara

Sebelum penetapan tersangka, kata Dolfi, pihaknya sudah meminta keterangan 3 orang saksi, dan satu orang saksi ahli.

Tak hanya itu saja, hari ini, Jumat (30/1) Ditreskrimsus Polda Sultra juga akan menghadirkan ahli ITE dan ahli forensik.

“Akan dimintai keterangan untuk ahli ITE dan akan mengirim dokumen ke Makassar untuk ahli forensik,” kata Dolfi.

Baca Juga :   Polda Sultra Didesak Hentikan Dugaan Ilegal Mining di IUP PT GWL & PT BGUR di Konut

Diketahui, A dalam komentarnya di Facebook menuliskan kata-kata yang tak senonoh terkait tenggelamnya KRI Nanggala 402 dan 53 awaknya yang gugur.

A dalam komentarnya menulis: Kapal selam tenggelam mungkin awak kapal banyak dosanya ya makan uang haram. Akhirnya istri prajurit jadi janda semua dong. Bisa dientot gak hahaha..

Komentar A tersebut lalu disceenshoot dan diunggah melalui akun Facebook Muhammad Jisrah Rahman pada 28 April 2021 di grup Facebook Sultra Watch. Unggahan itu kemudian viral di media sosial hingga menjadi perbincangan netizen.

Baca Juga :   Fitnah Tenaga Kesehatan COVID-19 di Kolut, 3 Akun Facebook Dilaporkan ke Polisi

Editor: Herlis

sultranesia