Ilustrasi. Foto: Dok. Ayojakarta.com.

Dalam rangka mencegah munculnya klaster baru COVID-19 menjelang lebaran nanti, Pemerintah Pusat melarang masyarakat untuk melakukan mudik sejak 6-17 Mei 2021 mendatang.

Dirlantas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Kombes Pol Rahmanto Sujudi mengatakan, larangan tersebut berlaku bagi semua kalangan terkecuali 3 hal.

“Perjalanan dinas, keadaan genting seperti keluarga sakit, dan pengiriman logistik dibolehkan,” ujarnya kepada Sultranesia.ID, Selasa (13/4).

Baca Juga :   Beberapa Karyawan Diduga Positif COVID-19, Bank Mandiri KC Kendari Ditutup

Lebih rinci, Rahmanto menjelaskan larangan mudik tersebut hanya berlaku untuk warga yang bakal melintas antar provinsi dan negara.

Khusus di dalam provinsi yang sama, yakni antar kabupaten/kota, warga yang bakal mudik diizinkan.

“Semua akan dilakukan penyekatan kecuali di suatu wilayah, contohnya dari sini (Kendari) ke Baubau, dari sini ke Buton, itu masih diperkenankan, tapi keluar dari Sultra tidak bisa,” ujarnya.

Baca Juga :   ASN, TNI, dan Polri di Kolaka Utara Mulai Disuntik Vaksin COVID-19

Semua angkutan udara, darat dan laut yang menerima penumpang antar provinsi hanya bisa beroperasi untuk keperluan mendadak itu, yang lain tidak diizinkan.

Jika ditemukan ada yang melanggar aturan itu, maka ada sanksi tegas yang diberlakukan bagi pelanggar, bagi masyarakat sendiri maupun intansi yang bersangkutan.


Editor: Wiwid Abid Abadi

sultranesia