Tersangka AS saat diperiksa pihak Polisi. Foto: Dok.Istimewa

AS (38) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan istrinya, E (27) meninggal dunia pada Jumat (27/11) lalu.

Kapolsek Baruga, AKP I Gusti Komang Sulastra mengungkap kronologi dan motif tersangka membunuh istrinya.

Kronologi

sultranesia sultranesia

Awalnya, pihaknya mendapat laporan seorang wanita gantung diri di dalam rumah yang berada di Lorong Tunggala, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.

“Pada saat laporan kami terima, posisi mayat sudah berada di RS Bahteramas Kendari,” kata Gusti, Senin (30/11).

Selanjutnya, atas permintaan keluarga korban, jenazah wanita tersebut dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk dilakukan autopsi.

Hasil autopsi menjelaskan bahwa ada kejanggalan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Setelah dikembangkan oleh Reskrim Polsek Baruga, diketahui korban meninggal karena benda-benda tumpul akibat penganiayaan,” jelasnya.

Selanjutnya, pihaknya melakukan penyelidikan, dan mengamankan AS, yang tak lain adalah suami korban.

“AS mengakui telah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban mengembuskan napas terakhir, atau meninggal dunia,” imbuhnya.

Gusti menerangkan, penganiayaan itu berawal saat tersangka pulang dari kantornya, dan mendapati tiga anaknya berada di ruang tamu, sementara istrinya berada di dalam kamar dan mengunci pintu.

Kemudian tersangka menuju kamar berusaha untuk membuka pintu tersebut, namun tidak dibukakan, pelaku kemudian mendobrak, dan melihat istrinya sedang main HP.

Karena tersulut emosi, pelaku kemudian memukul korban pada bagian mulut, tapi korban melawan.

“Lalu pelaku mencekik korban, dan memukul bagian perut hingga korban tak sadarkan diri, dan meninggal dunia,” tambahnya.

Berita Terkait :   Diserang 'Black Campaign', Endang-Wahyu Lapor Polisi dan Bawaslu

Motif

AKP Gusti mengungkapkan, motif tersangka menganiaya korban hingga tewas karena pertengkaran, dan ketidaknyamanan tersangka terhadap perlakuan istrinya kepada anak-anaknya.

“Motifnya sendiri diakibatkan oleh pertengkaran, tersangka ini merasa tidak nyaman dengan perlakuan korban kepada anak-anaknya,” ujarnya.

Gusti bilang, berdasarkan pengakuan tersangka, korban memang pernah mengeluh soal anak-anaknya.

“Memang ada disampaikan pelaku bahwa korban ini sempat mengeluh beberapa kali, karena merasa lelah mengurus anak-anak, karena selama bersama, suaminya (pelaku) terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga korban merasa terbebani karena mengasuh anak-anaknya yang masih kecil,” jelasnya.

“Anaknya yang pertama itu umur 5 tahun, kedua 3 tahun, dan ketiga 1,5 tahun,” sambungnya.

Lalu soal korban ditemukan tergantung di dalam kamarnya, AKP Gusti menegaskan bahwa kejadian itu tidak ada, dan hanya menjadi alibi pelaku.

“Kalau (korban ditemukan) tergantung itu tidak ada. Itu cuma alibi tersangka untuk mengaburkan perbuatannya. Jadi korban tidak tergantung, itu hanya pengakuan tersangka awalnya. Karena korban kita temukan sudah di rumah sakit. Setelah kita selidiki, tidak ada, korban tidak tergantung,” ungkapnya.

Menurut pengakuan tersangka juga memang sudah sering terjadi pertengakaran. “Sebelumnya, tersangka juga pernah melakukan penganiayaan terhadap istrinya,” pungkasnya.


Editor: Wiwid Abid Abadi

sultranesia