Tokoh masyarakat Kapota, La Ode Musahara. Foto: Asrul Hamdi/Sultranesia.id

Seorang tokoh masyarakat Kapota, Kecamatan Wangiwangi Selatan, La Ode Musahara, mengungkap beberapa janji Bupati Wakatobi yang tak terwujud hingga saat ini.

“Semua janjinya palsu, tidak ada yang terwujud di Kapota. Pada perayaan ulang tahun Wakatobi 2016, Bupati Wakatobi berpidato dihadapan kita semua dilapangan merdeka Wanci bahwa tahun depan (2017) akan membangun jembatan penyebrangan dari Jabal ke Desa Wisata Kolo, tapi sampai saat ini tidak ada buktinya,” ucap La Ode Musahara, Selasa (27/10) kemarin.

Dia melanjutkan, masyarakat Kapota juga dijanji bahwa jalan keiling Kapota akan diaspal dan ada pendataan perumahan.

Mantan tim pemenangan Arhawi, La Husa. Foto: Asrul Hamdi/Sultranesia.id
sultranesia sultranesia

“Kita di Kapota dijanji lagi, jalan keliling akan diaspal tapi tidak ada juga buktinya. Kemarin ada pendataan perumahan, tapi itu semua akal-akalan. Saya tanya anggarannya dari mana apakah DAK atau bantuan khusus, katanya tahun depan. Jangan lagi melukai orang Kapota,” imbuhnya.

Berita Terkait :   Warga Longa Sambut Kedatangan HATI dengan Tradisi Kansoda'a

Sementara itu tokoh masyarakat yang juga mantan tim pemenangan Bangka Sarope di Kapota, La Husa buka-bukaan tentang janji yang tertuang dalam kartu bersinar.

“Pertama, janji Rp 20 juta perorang bukan perkelompok. Kedua, beasiswa dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi tidak terlaksana dengan baik. Janji dokter ahli tidak ada. Maka marilah kita rubah Wakatobi kita kembalikan ke masa kejayaannya,” tegaskan.


Laporan: Asrul Hamdi

sultranesia