Para legenda sepak bola Muna Barat. Foto: Dok.Istimewa

Keseruan pertemuan para legenda sepakbola asal Muna Barat kini tengah berlangsung. Bertempat di lapangan sepakbola Mekar Jaya, para legenda itu kembali merumput memperebutkan piala bergilir LDM U40 Cup.

Masyarakat yang datang menonton pertandingan seakan terhibur dengan tampilnya para legenda sepakbola Muna Barat yang pernah bermain di era 90-an tersebut. Sebut saja Bunta, Teguh, Nasir K, Aco, Cacang dan beberapa nama lainnya adalah pemain handal dimasanya. Setelah dua puluh tahun, kini mereka dipertemukan lagi dalam trofeo LDM U40+.

Memasuki hari ketiga turnamen, pertandingan semakin seru. Terjadi beberapa kejutan semisal Maginti All Star yang diunggulkan menjadi kampiun justru harus menerima pil pahit setelah ditaklukkan tim Tiworo Selatan All Star 1-2. Lalu tim kuat lainnya Tiworo Utara All Star justru dikalahkan 2-4 oleh Tiworo Tengah All Star.

sultranesia

Namun ada yang unik dalam trofeo yang mempertemukan lima tim legenda ini. Semua tim yang bertanding, tidak satupun pemain mengenakan nomor punggung 10. Beberapa pemain yang akrab dengan nomor punggung 10 justru mengenakan nomor punggung lain, semisal Teguh memilih nomor 11, Bunta (15), LM Ridwan (99), bahkan La Ode Songko Panatagama (LSP) sekalipun pemilik LDM yang biasanya mengenakan nomor punggung 10, justru memilih nomor 81.

Ketua Panitia turnamen, LM Awaludin kepada awak media menuturkan jika panitia memberikan aturan khusus yakni tidak boleh mengenakan nomor punggung 10 sebagai bentuk penghargaan kepada Rektor UHO Prof Muh Zamrun.

“Benar kami minta tidak ada pemain yang mengenakan nomor punggung 10. Karena ini turnamen yang dilaksanakan oleh LDM, dimana Bapak Rektor UHO memiliki jasa besar dalam memberikan fasilitas kepada anak-anak LDM. Maka kami membalas kebaikan beliau dengan tidak mengenakan jersey nomor 10 karena itu merupakan nomkr punggung beliau”, ujar Awaludin.

Berita Terkait :   Bupati Muna Barat Dikabarkan Ajukan Surat Pengunduran Diri ke DPRD

Pengakuan yang sama dituturkan oleh Manajer Tiworo Tengah All Star, La Badi. Menurut Kepsek SMA 1 Tiworo Tengah ini, dalam tim TWT tidak menggunakan jersey nomor 10 karena menghormati Rektor UHO yang juga mengenakan nomor 10.

“Memang dalam technical meeting sudah disampaikan oleh panitia tidak boleh ada nomor 10 karena itu merupakan nomor punggung Pak Rektor UHO. Tapi ada hal lain yang lebih penting yakni hari ini symbol orang cerdas Muna Barat itu Pak Rektor UHO, tentu kita harus menjaga marwah beliau, termasuk dalam urusan nomor punggung”, demikian La Badi memberikan penjelasan.

Salah seorang pemain yang biasanya identik dengan nomor 10 adalah La Ode Safari. Mantan pemain jebolan Pra PON Sultra ini mengaku dirinya memilih nomor 9 setelah panitia melarang pemain menggunakan nomor 10. Kades Mekar Jaya ini menerima ketentuan itu, sambil bercanda Safari mengungkapkan jika anaknya kuliah di UHO maka dirinya wajib menghormati Rektor UHO.

“Saya pakai nomor 9, karena nomor 10 dilarang. Tidak masalah karena anak Saya kuliah di UHO, semoga suatu hari Saya bertemu Bapak Rektor, nanti Saya mau bicara sama beliau bahwa Saya loyal menjaga nomor punggung beliau”, jawab Kades Mekar Jaya ini.


Laporan: Denyi Risman

sultranesia