Haliana saat berorasi dalam kampanye dialogis. Foto: Asrul Hamdi/Sultranesia.id

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dan tenaga didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang sistem penyelenggaraan pendidikan nasional, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi periode Nomor Urut 2, Haliana-Ilmiati (HATI) menyadari pentingnya pendidikan untuk mencerdaskan generasi bangsa.

Untuk itu, HATI telah menyiapkan sebuah program yang berfokus pada pendidikan dan kesehatan.

sultranesia

“Pasangan Haliana-Ilmiati memprogramkan merdeka sehat dan merdeka belajar sebagai sebuah keberpihakan dan komitmen pada pengembangan dunia pendidikan serta pelayanan kesehatan di Wakatobi yang lebih baik. Baik secara infrastruktur, sistem, maupun layanan,” kata Haliana saat kampanye dialogis di Desa Ambeua Raya, Jumat (16/10).

Haliana melanjutkan, untuk memberi kepastian kepada masyarakat Wakatobi mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas sebagai generasi penerus bangsa, melalui kebijakan anggaran program merdeka belajar akan diporsikan sebesar Rp 5 milyar pertahun untuk beasiswa bagi siswa SD hingga profesi spesialis.

“Mandiri dalam bidang pendidikan kita akan mendorong kebijakan anggaran untuk program beasiswa sebesar Rp 5 milyar pertahun untuk SD, SMP dan Perguruan Tinggi. S1, S2, S3 dan Profesi Spesialis, khususnya dokter ahli untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kita di Wakatobi. Saat ini angka rata-rata lama sekolah di Wakatobi adalah 7,73 persen atau hanya sampai pada level kelas 2 SMP. Begitu juga pelayanan kita perlu kita tingkatkan untuk menjawab permasalahan kesehatan,” jelasnya.

Berita Terkait :   Tokoh Masyarakat Kapota Ungkap Janji Bupati Wakatobi yang Tak Terwujud

Sementara itu, Calon Wakil Bupati, Ilmiati Daud menambahkan, pogram merdeka belajar berfokus pada dua hal, yakni guru sebagai ujung tombak pelaksanaan dan keberhasilan pendidikan.

“Memuliakan guru adalah keharusan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemberian insentif kebijakan kepada guru sebagai garda terdepan menjadi komitmen BerHATI Emas dalam aktualisasi memuliakan guru,” jelas Ilmiati Daud.

Ilmiati Daud mengatakan, meningkatkan kualitas guru melalui pendidikan dan pelatihan serta pemenuhan sarana dan prasarana kebutuhan belajar mengajar sebagai implementasi pelaksanaan program merdeka belajar.

“Muridpun demikian, murid harus terpenuhi segala kebutuhannya dalam pendidikan. BerHATI Emas sebagai harapan bersama, memberikan kepastian kepasgian kepada seluruh masyarakat Wakatobi untuk mendapat layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, baik secara formal maupun non formal secara merata diseluruh Wakatobi,” tutupnya.


Laporan: Asrul Hamdi

sultranesia