Tersangka saat diperiksa penyidik Polres Kolaka. Foto: Dok.Sultranesia.id/Istimewa

Peristiwa nahas terjadi di sebuah indekos di Lingkungan IV, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Taggetada, Kabupaten Kolaka, pada Jumat (9/10) lalu, sekitar pukul 14.30 WITA.

Seorang mertua berinisial K (50) tega menganiaya menantu perempuannya sendiri berinisial H (20) menggunakan badik hingga tewas.

Usai membunuh korban, pelaku langsung diamankan polisi. Kemudian ditetapkan sebagai tersangka, dan kasusnya ditangani oleh Polres Kolaka.

sultranesia

Dihadapan penyidik, tersangka mengaku tega menganiaya menantunya hingga tewas karena tersulut emosi saat sedang menasehati korban, namun korban mengeluarkan kata-kata yang tak menyenangkan.

Selain itu, tersangka mengaku bahwa menantunya itu tak pernah mau mendengar ketika dinasehati.

Namun, publik menduga ada motif lain di balik pembunuhan itu. Dugaannya adalah percobaan pemerkosaan yang dilakukan tersangka terhadap korban.

Seorang saksi bernama Irwan, yang juga tetangga kos korban kepada wartawan pada Sabtu (10/10) mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong korban dari dalam kamarnya.

Tapi, Irwan tak mengetahui apa yang terjadi di dalam kamar kos korban tersebut. Yang Irwan tahun adalah ketika keluar dari dalam kosnya telah mendapati korban terkapar bersimbah darah.

Saksi lain, Herman, yang juga pemilik indekos yang disewa korban mengaku bahwa setelah diberitahu bahwa ada suara minta tolong dari dalam kos korban, Herman langsung bergegas mendorong pintu kos korban, namun pintu kos dalam keadaan terkunci dari dalam.

Berita Terkait :   Tarif PDAM Kendari Termahal Kedua di Indonesia, Tapi Pelayanannya Bobrok

Herman juga mengaku tak tahu apa yang terjadi di dalam kamar kos korban. Yang Herman tahu saat ia kembali dari pergi meminta bantuan polisi, dia telah mendapati korban terkapar di depan kosnya.

Dari keterangan saksi itu, kuat dugaan tersangka penganiaya korban saat sedang dalam kamarnya, dan kamar korban dalam keadaan terkunci.

Paur Humas Polres Kolaka, Bripka Riswandi mengatakan bahwa penyidik sudah memeriksa beberapa orang saksi.

Terkait motif lain tersangka membunuh korban, utamanya soal motif dugaan percobaan pemerkosaan, Riswandi bilang, dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, penyidik belum menemukan adanya motif lain.

“Dari penyidik, belum ada saksi yang mengarah ke motif lain,” ujar Riswandi saat dihubungi Sultranesia.id, Minggu (11/10) kemarin.


Editor: Wiwid Abid Abadi

sultranesia