Haliana saat menyerahkan ikan hasil tangkapnya bersama nelayan kepada Imliati Daud. Foto: Asrul Hamdi/Sultranesia.id

Dalam kampanyenya di Pulau Tomia, Calon Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, Haliana-Ilmiati (HATI) menyempatkan diri berkunjung ke Huma milik nelayan Tomia yang terletak di Karang Tomia. Huma adalah sebutan bagi rumah singgah nelayan ketika sedang melaut di karang.

Dalam kunjungan tersebut, Haliana dan Ilmiati didampingi Ketua Perindo Wakatobi, Lily Sudarto, Sekretaris Kerukunan Keluarga Wakatobi Baubau, Dr Sahirsan, penasehat kerukunan keluarga Tomia Baubau, Abidin Jabas, dan sejumlah tim pemenangan serta nelayan di Tomia.

Saat berada di Huma, Haliana dan Ilmiati berdiskusi dengan nelayan dan beberapa tokoh yang juga turut langsung menyaksikan keseharian nelayan di Huma itu.

sultranesia

Ilmiati Daud mengatakan, dirinya merasa senang dapat merasakan begaimana seorang nelayan ketika mencari sumber penghidupan di laut yang harus menahan ombak dan teriknya matahari.

“Rasanya hari ini kami jadi seorang nelayan, kami bisa merasakan bagaimana menjadi seorang nelayan yang melaut. Dan ini telah masuk dalam program Haliana-Ilmiati, melalui Sentra Perikanan Terpadu Kabupaten Wakatobi,” ungkap Ilmiati usai mengangkat ‘bubu’ yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Polo’ oleh masyarakat Wakatobi.

Sementara itu Haliana mengatakan, secara geografis Wakatobi sebagai daerah yang hanya memiliki 3 persen daratan, potensi terbesarnya berada di sektor kelautan dan perikanan sesuai kondisi sumber daya alamnya.

Berita Terkait :   KPU Tetapkan Protokol Tes Kesehatan Calon Kada di Sultra, IDI hingga BNN Dilibatkan

“Wilayah kita hanya 3 persen daratan, potensi terbesar kita berada di laut. Oleh karena itu potensi kelautan dan perikanan yang 97 persen ini di era Haliana-Ilmiati Daud kita programkan akan ada interfensi kebijakan yang fokus untuk mengembangkan potensi 97 persen ini sebagai sumber untuk mensejahterakan masyarakat,” jelas Haliana sambil mengambil ikan dalam Polo yang ia angkat dari dasar laut dan dibantu Ilmiati Daud.

Pantauan Sultranesia.id, Haliana-Ilmiati bersama para tokoh dan nelayan, sarapan bersama dengan menyantap ikan hasil Polo yang telah diangkat oleh keduanya. Mereka nampak kompak dan harmonis dengan menu Perangi (Sasimi) bakar hingga Parende.

Untuk diketahui, untuk menuju Huma menghabiskan waktu jarak tempuh kurang lebih 45 menit dari Pelabuhan Waiti’i, Kecamatan Tomia, Wakatobi dengan menggunakan perahu nelayan.(Adv).


Laporan: Asrul Hamdi

*) Berita ini ada kerjasama antara Paslon HATI dengan Sultranesia.id

sultranesia