Pemkot Kendari beserta pihak terkait saat melaksanakan Groundbreaking pembangunan jalan kembar. Foto: Dok. Humas Wali Kota.

Pemerintah Kota Kendari melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jalan Kembar Kali Kadia – Jalan ZA Sugianto- Jalan Mokodompit di Jalan ZA Sugianto pada Senin (18/11).

Jalan yang akan menghubungkan beberapa rute di Kota Kendari tersebut diharapkan menjadi sentral baru aktifitas masyarakat.

“Jalan ini nanti tembus ke pertigaan kampus baru, yang nanti akan berpotongan dengan jalan dari Rumah Sakit Kota menuju Kendari Park, dan di tengah Insyaallah akan kita bangun bundaran dengan dimeter 120 meter, bayangannya seperti bundaran HI,” kata Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir.

Baca Juga :   Raih WTP 5 Kali Berturut-turut, Pemkot Kendari dapat Penghargaan Kemenkeu

Sulkarnain mengatakan, fokus Pemkot Kendari menangani inner ring road tersebut agar dapat menangani kemacetan di Kota Kendari.

“Kita fokus tangani inner ring roadnya ini supaya bisa memecah kemacetan yang suka dirasakan oleh masyarakat, sekaligus memberikan dampak yang lain, seperti sosial dan ekonomi,” ungkapnya.

Proyek yang menelan anggaran senilai Rp 210 miliar tersebut direncanakan akan bisa dinikmati oleh masyarakat pada pertengahan Tahun 2022 mendatang.

Baca Juga :   Kajari Kendari Siap Disebut Pembohong Jika Kasus Pajak Reklame Tak Naik ke Penyidikan

“Anggarannya kurang lebih Rp 210 miliar, dan itu kita dapatkan dari program pemulihan ekonomi nasional, PT SMI. Sekitar bulan 5 atau bulan Juni 2022 Insyaallah sudah akan bisa dimnfaatkan oleh masyarakat Kota Kendari,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk pembebasan lahan proyek tersebut, Sulkarnain mengaku telah ada kesepakatan secara administrasi antara Pemkot Kendari dan masyarakat sekitar.

Baca Juga :   Dinkes Kota Kendari Kumpulkan Semua Sektor Bahas Implementasi GERMAS

“Sejauh ini kooperatif masyarakat kita, berjalan cukup baik. Secara administrasi sudah ada kesepakatan dengan pemilik tanah, tinggal proses keuangannya, karena memang harus ada proses yang dilewati, karena memang kita melibatkan pihak independen dalam hal ini KJPP yang menentukan nilai, kemudian kajian itu yang kami bicarakan dengan pemilik lahan,” pungkasnya.


Editor: Wiwid Abid Abadi

sultranesia