Kondiai kapal korban yang nyaris tenggelam. Foto: Dok. Basarnas Kendari.

Basarnas Kendari berhasil mengevakuasi tiga orang yang terapung di atas kapal di tengah laut Banda.

Ketiganya dievakuasi ke Kota Kendari, dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Ketiga korban tersebut masing-masing bernama Jamaluddin (54), Hasanuddin (34) dan Ihsanuddin (43).

Dari ketiga korban tersebut, hanya Jamaluddin yang selamat, dua orang lainnya sudah meninggal dunia.

“Seluruh korban sekarang ada di RS Bhayangkara Kendari. Sudah bersama keluarganya,” kata Humas Basarnas Kendari, Wahyudi.

Wahyudi mengatakan, ketiga korban tersebut merupakan warga Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menjadi korban kapal karam.

Wahyudi menceritakan kronologi bagaimana ketiga korban tersebut bisa ditemukan dengan kondisi mengenaskan.

Semua berawal saat empat orang yakni Jamaluddin, Hasanuddin, Ihsanuddin dan Wahyu berangkat dari Maros menuju Batu Atas, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara untuk mengambil kapal yang baru mereka beli.

Baca Juga :   5 Penumpang Kapal Wisata yang Nyaris Karam di Buton Berhasil Diselamatkan

Kemudian, dengan kapal baru tersebut mereka berempat berlayar mulai 5 September 2021 dengan tujuan ke Sorong, Papua, untuk mengambil kopra.

Nahas, pada 7 September 2021, saat berada di sekitar Laut Banda, kapal mereka dihantam ombak hingga karam.

“Jadi kondisi kapal saat itu setengah tenggelam. Tinggal atapnya saja yang muncul di permukaan. Sehingga mereka berempat naik ke atap,” jelas Wahyudi.

“Jadi alat-alat komunikasi semua rusak, mati. Bahan makanan juga tidak ada,” sambungnya.

Lalu, pada 8 September 2021, salah satu dari keempat orang tersebut meninggal dunia. “Entah karena apa, mungkin karena diserang hipotermia atau ada penyebab lain. Satu meninggal di tanggal delapan,” katanya.

Baca Juga :   Basarnas Kendari Terima Laporan 3 Orang Terapung di Laut: 1 Hidup, 2 Meninggal

Selanjutnya pada 9 September 2021, satu orang lagi meninggal dunia. Lalu, pada 12 September 2021, satu orang bernama Wahyu (30) melompat ke laut, berenang tanpa alat apung, dengan niat mencari pertolongan.

Jamaluddin korban selamat. Foto: Dok. Basarnas Kendari

Sayangnya, Wahyu hilang di tengah laut, dan hingga kini belum ditemukan. “Diperkirakan korban tersebut (Wahyu) sudah meninggal dunia,” katanya.

Praktis di atas kapal yang setengah tenggelam tersebut hanya tinggal Jamaluddin yang masih hidup dengan dua orang rekannya yang sudah menjadi mayat.

“Kondisi jenazah yang dua itu satunya masih utuh, yang satu lagi sudah tidak utuh lagi,” katanya.

Baca Juga :   Terapung di Perairan Numana, 3 Nelayan Asal Wakatobi Berhasil Diselamatkan

Meski kedua rekannya sudah menjadi mayat, Jamaluddin tak melarung keduanya ke laut.

Jamaluddin hanya bisa berbaring di atas kapalnya yang nyaris tenggelam menunggu keajaiban datang.

Nasib mujur datang di detik terakhir. KMN Fajar Mulia yang melintas di sekitar perairan laut Banda menemukan mereka.

“Nah pada 13 September 2021, tiga korban tersebut ditemukan oleh KMN Fajar Mulia, pemilik KMN Fajar Mulia kemudian menghubungi kami (Basarnas Kendari). Lalu kami mengerahkan KN Pacitan untuk mengevakuasi korban,” jelasnya.

“Kami juga mengapresiasi KMN Fajar Mulia yang setelah menemukan korban tidak meninggalkannya. Dan menjaga korban sampai kami datang mengevakuasi,” pungkasnya.


Editor: Wiwid Abid Abadi

sultranesia